Beasiswa Dentes: Kami Percaya Calon Dokter Gigi Masa Depan Layak Dapat Dukungan Nyata
Di balik seragam putih mahasiswa koas, tersimpan perjuangan panjang yang jarang terlihat. Dentes hadir bukan sekadar sebagai klinik — tapi sebagai bagian dari ekosistem kedokteran gigi yang peduli.

Dari Klinik ke Kampus: Mengapa Dentes Peduli?

Klinik Gigi Dentes bukan hanya tempat merawat gigi. Sejak awal berdiri, Dentes tumbuh dari semangat seorang dokter gigi yang pernah merasakan sendiri kerasnya pendidikan kedokteran gigi drg. Handoko Setiawan Susilo, Sp.Ort, alumnus FKG UGM angkatan 1984.

Beliau tahu betul: menjadi dokter gigi bukan sekadar soal kemampuan akademik. Ada dimensi finansial yang diam-diam menjadi batu sandungan bagi banyak mahasiswa berbakat. Dari kesadaran itulah, Program Beasiswa Dentes lahir sebagai bentuk “membayar ke depan” kepada generasi penerus.

Gelombang Kedua 2026: Angka & Makna

Pada Mei 2026, Dentes kembali menyalurkan beasiswa gelombang kedua kepada 3 mahasiswa profesi (koas) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada. Penyerahan dilakukan langsung oleh Ian Pasani, S.Kom, selaku Deputy Director Klinik Gigi Dentes.

Angka Rp36 juta bukan sekadar nominal. Di baliknya ada biaya pasien yang terbayar, UKT yang tidak lagi menghantui pikiran di tengah malam, dan satu semester yang bisa dijalani dengan lebih tenang.

Tiga Penerima, Tiga Kisah Perjuangan

Tahun ini, beasiswa disalurkan kepada tiga mahasiswi yang masing-masing membawa cerita yang mengharukan dan menginspirasi.

Devita Wijayakusuma

Angkatan 87 · Yogyakarta

“Kebutuhan koas itu besar, terutama untuk pasien. Karena pasien masih kita tanggung sendiri biayanya. Dengan adanya bantuan ini, saya merasa sangat terbantu.”

Naomi Elizabeth

Angkatan 84 · Samarinda

“Setelah ayah wafat, otomatis tidak ada lagi yang bekerja. Banyak tabungan habis untuk pengobatan. Kadang kalau sudah waktunya bayar UKT itu rasanya berat sekali untuk bicara ke keluarga.”

Putri Amali Arin

Angkatan 90 · Pekanbaru, Riau

“Semakin semester atas, kebutuhan pendidikan makin besar. Saya berusaha tetap mandiri dengan menjadi asisten praktikum. Pesan orang tua sederhana: segera selesaikan pendidikan agar bisa membantu keluarga.”

Apa Kata FKG UGM?

Dekan FKG UGM, Prof. drg. Suryono, SH, MM, Ph.D, menyatakan bahwa beasiswa dari Dentes memiliki makna besar karena hadir tepat saat mahasiswa profesi menanggung tekanan finansial yang berat dan menjadi bukti sinergitas ekosistem kedokteran gigi yang berkelanjutan.

“Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi itu tidak semuanya berasal dari keluarga mampu. Banyak juga yang berada di kelompok UKT bawah. Karena itu bantuan seperti ini sangat berarti untuk mendukung mereka menyelesaikan pendidikan.”

drg. Triana Wahyu Utami, MD.Sc, Ph.D · Wakil Dekan FKG UGM

Dukungan dari klinik swasta seperti Dentes  yang juga dikelola oleh alumnus FKG UGM  dinilai sebagai contoh ideal dari kolaborasi organik antara dunia profesional dan dunia pendidikan kedokteran gigi.

Komitmen Kami ke Depan

Beasiswa Dentes adalah perjalanan jangka panjang, bukan aksi sesaat. Kami percaya bahwa investasi pada pendidikan dokter gigi adalah investasi pada kesehatan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Indonesia masih sangat kekurangan dokter gigi, terutama di daerah-daerah yang jauh dari pusat kota. Setiap mahasiswa yang berhasil lulus dan berpraktik di mana pun mereka ditugaskan adalah kontribusi nyata terhadap derajat kesehatan bangsa.

Kami akan terus membuka program beasiswa ini secara berkala, bekerja sama dengan FKG UGM, dan terbuka untuk berkolaborasi dengan institusi lain yang memiliki semangat serupa.