Gigi Sehat Saat Tua: Kenali Masalah dan Tindakan Perawatan Gigi yang Tepat Bagi Lansia
Gigi sehat hingga usia tua? Temukan rahasia perawatan gigi lansia untuk senyum awet muda!
Pasangan lansia bahagia dengan senyum sehat, simbol perawatan gigi yang tetap kuat meski usia bertambah

Fungsi organ tubuh manusia seiring waktu semakin berkurang akibat bertambahnya usia. Menurunnya kemampuan regenerasi sel serta paparan penyakit dan pengaruh gaya hidup turut berperan dalam proses penuaan.

Masalah-masalah pada organ tubuh mulai umum terlihat ketika seseorang menginjak usia 60 tahun, termasuk masalah pada gigi dan mulut lansia.

Masalah gigi dan mulut pada lansia merupakan isu kesehatan yang signifikan dan sering kali disebabkan oleh penuaan dan penurunan fungsi organ tubuh. 

Apa saja masalah umum yang dihadapi oleh lansia terkait kesehatan gigi dan mulutnya, ya Sahabat Dentes? Bagaimanakah penanganan yang tepat untuk masalah gigi lansia?

Masalah Gigi dan Mulut pada Lansia

Sebagai organ paling pertama dalam sistem saluran pencernaan, rongga mulut merupakan bagian yang pertama kali terpapar oleh faktor eksternal yang dapat mengurangi fungsinya seiring bertambah usia.

Makanan yang tidak sehat bagi gigi dan gusi, infeksi bakteri, bahkan risiko trauma akibat benturan atau celaka, dapat menyebabkan masalah bagi seseorang di usia tuanya.

Akibat faktor-faktor tadi, setidaknya ada enam masalah pada gigi dan rongga mulut yang umum ditemui pada masa lansia:

Mulut Kering (Xerostomia)

Menurunnya produksi air liur berlangsung secara alamiah dalam proses penuaan, namun dapat juga disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu serta kondisi medis yang dialaminya, seperti diabetes.

Penurunan produksi air liur dapat menyebabkan mulut kering sehingga meningkatkan risiko infeksi oleh kuman di mulut, peradangan pada gusi, hingga kerusakan gigi.

Gigi Aus

Seiring bertambahnya usia, enamel gigi dapat terkikis. Enamel dapat terkikis akibat seiring berjalannya waktu gigi mengunyah makanan dari usia muda hingga tua. 

Proses pengikisan ini bisa terjadi lebih dini akibat kebiasaan yang kurang baik seperti merokok dan konsumsi makanan manis.

Terkikisnya enamel akan mengekspos bagian dentin hingga bahkan pulpa gigi, sehingga meningkatkan risiko penyakit gigi yang lebih parah. 

Warna kuning atau bahkan hitam juga dapat terlihat pada gigi yang mengalami pengikisan enamel. 

Karies Gigi

Kerusakan enamel tadi yang terjadi seiring waktu dan tidak mendapatkan penanganan oleh dokter gigi profesional dapat menyebabkan nyeri gigi dan gigi berlubang.

Karies gigi dan kemudian terjadi pembentukan gigi berlubang ini umum terjadi pada lansia, dan biasanya disebabkan oleh penumpukan plak akibat kebersihan mulut yang buruk.

Penyakit Gusi (Gingivitis)

Penumpukkan plak yang tidak ditangani oleh kebiasaan kebersihan mulut yang buruk juga dapat memicu peradangan (gingivitis) pada jaringan gusi. 

Peradangan pada gusi akibat penumpukan plak dapat menyebabkan masalah serius jika tidak ditangani.
Pada lansia, gingivitis dapat menimbulkan komplikasi yang lebih merugikan seperti periodontitis, abses dan ulkus pada gusi, bahkan risiko gangguan sistemik.

Oral Thrush

Penurunan kemampuan sistem imun tubuh dalam melawan penyakit lazim ditemui saat usia lansia. Hal ini dapat menyebabkan infeksi lain selain dari bakteri yang biasa berkembang pada tumpukan plak.

Salah satunya adalah infeksi jamur mulut yang umum terjadi pada lansia dengan sistem imun yang lemah.

Oral Thrush terjadi dengan ditandai penumpukkan bercak putih pada lidah dan rongga mulut yang menandakan infeksi jamur Candida.

Infeksi jamur ini sering kali dipicu dan diperparah oleh penggunaan antibiotik atau pemakaian gigi palsu yang kurang terjaga kebersihannya.

Kehilangan Gigi

Rata-rata orang Indonesia kehilangan sekitar 11 gigi saat mencapai usia 65 tahun. Hal ini seringkali disebabkan oleh kurangnya kesadaran seseorang lansia akan kesehatan gigi dan sulitnya akses ke fasilitas kesehatan perawatan gigi.

Maka dari itu, penting bagi Sahabat Dentes untuk menjaga kebiasaan kebersihan gigi yang baik sejak usia belia. Rajin menyikat gigi dua kali sehari dan membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi setidaknya satu kali setiap hari dapat menyelamatkan gigi kamu di masa lansia nanti.

Tindakan Perawatan Gigi yang Diperlukan

Terkadang usaha kita dalam mencegah penyakit gigi dan mulut tidak berhasil, dan itu adalah hal yang wajar dan tidak perlu disayangkan.

Sahabat Dentes dapat mengambil langkah kuratif melalui dokter gigi profesional atau bahkan mendapatkan tindakan pencegahan masalah gigi yang lebih menyeluruh dilakukan oleh dokter gigi secara teliti.

Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, Sahabat Dentes bisa mencoba beberapa perawatan berikut. Tindakan ini bahkan bisa kamu lakukan dan rutinkan sebelum menginjak usia lansia, lho!

Pembersihan Gigi

Pembersihan profesional atau scaling gigi mampu menghilangkan plak dan tartar yang tidak bisa dihilangkan hanya dengan menyikat gigi dan flossing di rumah.

Apabila dalam seumur hidup kamu belum pernah melakukan scaling atau pembersihan gigi secara profesional oleh dokter gigi, sekarang adalah waktu yang tepat. Sensasi pertama kali yang kamu rasakan akan terasa ringan dan lega.

Perawatan Gigi Tiruan

Lansia yang menggunakan gigi tiruan perlu mendapatkan perawatan khusus, termasuk pemeriksaan rutin untuk memastikan gigi tiruan pas dan nyaman digunakan, serta pembersihan gigi tiruan secara profesional.

Gigi tiruan yang tidak terawat dengan baik dapat menyebabkan peradangan di jaringan lunak atau infeksi jamur di rongga mulut. 

Pemeriksaan juga dilakukan untuk menentukan apakah kamu memerlukan penggantian gigi tiruan atau tidak.

Pencabutan Gigi

Jika ada gigi yang rusak parah dan tidak bisa diselamatkan maka pencabutan gigi diperlukan untuk mencegah gangguan jangka panjang seperti infeksi atau kerusakan pada gigi di sekitarnya.

Pemberian Fluoride

Aplikasi fluoride membantu memperkuat enamel gigi dan mencegah gigi berlubang. Fluoride adalah mineral yang dibutuhkan untuk membantu memperbaiki lapisan enamel gigi dan ketahanan gigi.

Perawatan Saluran Akar

Jika gigi dibiarkan lama berlubang, maka gigi bisa mengalami infeksi pada bagian pulpa.

Perawatan saluran akar mungkin diperlukan untuk menyelamatkan gigi dan menghilangkan rasa nyeri yang kronis.

Agar estetika dan fungsi gigi terjaga, dental crown dapat dipasang pada gigi yang telah mendapatkan tindakan perawatan saluran akar.

Pemeriksaan Rutin

Dokter gigi akan memeriksa kondisi gigi dan mulut secara menyeluruh untuk mendeteksi masalah seperti karies, penyakit gusi, atau masalah pada gigi palsu. Pemeriksaan ini penting dilakukan setiap 6 bulan sekali.

Klinik Gigi Terdekat untuk Perawatan Gigi Lansia

Yuk jadwalkan pemeriksaan gigi rutin ke dokter gigi di klinik gigi terdekat!

Karena periksa rutin minimal 6 bulan sekali tetap penting dilakukan meskipun sudah menerapkan kebiasaan menyikat gigi di rumah! Agar gigi tetap sehat hingga masa tua kelak.

Klinik Gigi Dentes hadir sebagai klinik gigi keluarga yang mampu memberikan perawatan pada masalah gigi lansia. 

Melalui rekomendasi dokter gigi kami, Sahabat Dentes bisa mendapatkan perawatan dan tindakan yang tepat sesuai dengan kondisi gigi kamu.

Kamu bisa langsung melakukan reservasi, memilih lokasi klinik, dan dokter gigi yang ingin kamu kunjungi untuk konsultasi terkait masalah gigi dan mulutmu.

Yuk konsultasikan masalah gigimu dengan dokter gigi Dentes! Hubungi admin kami via WhatsApp di nomor 📞0859-7527-4004 atau tap tombol di bawah untuk memulai langkah menuju senyum sehatmu 😁