Gigi Rapi dan Cantik dengan Perawatan Ortodonti

Share on facebook

Tidak sedikit orang merasa malu dengan kondisi atau tampilan giginya tidak rapi. Merasa kurang percaya diri saat berada di keramaian, saat pergi nongkrong bersama teman-teman, saat kumpul keluarga atau saat harus melakukan meeting karena memiliki susunan gigi yang kurang rapi. Jadi tidak berani tertawa lepas, bahkan untuk senyum pun kadang masih merasa malu.

Kondisi dimana susunan gigi yang tidak rapi, dalam istilah medis biasa disebut maloklusi gigi. Maloklusi gigi terjadi karena rahang yang terlalu kecil sehingga tidak cukup ruang untuk menampung tumbuhnya gigi. Akibatnya gigi yang tumbuh akan bertabrakan atau menggeser gigi lain yang sudah terlebih dulu ada. Dan kadang akan terasa sakit saat gigi baru akan tumbuh.

Apa sih yang menyebabkan susunan gigi tidak rapi?

  • Keturunan atau genetik

Banyak orang memiliki susunan gigi tidak rapi sejak kecil. Hal ini disebabkan karena faktor keturunan atau genetik yang diturunkan dari orang tua sehingga masalah gigi dan mulut dari ayah atau ibunya akan menurun pada anaknya.

  • Kebiasaan buruk

Setiap orang memiliki kebiasaan yang sudah mereka bawa dan masih sering dilakukan sejak saat masih kecil. Kebiasaan ini ada yang berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya dampak buruk terhadap pertumbuhan gigi. Kebiasaan buruk yang dapat membuat gigi menjadi tumbuh tidak pada tempat seharusnya membuat susunan gigi menjadi tidak rapi. Kebiasaan buruk yang dimaksud seperti ngedot yang terlalu lama, suka menggigit kuku, pulpen atau pensil saat sedang menonton TV, saat belajar maupun saat sedang berada di kantor. Ada pula kebiasaan menonton TV atau main gadget, karena terlalu asyik kadang anak-anak bahkan orang dewasa pun tidak sadar mulutnya terbuka atau menganga. Hal ini membuat mereka akan bernapas melalui mulut, bukan melalui hidung. Khususnya pada anak-anak, kebiasaan tersebut bisa berpengaruh terhadap pertumbuhan giginya.

  • Cara makan

Banyak orang saat makan tidak memperdulikan cara mengunyahnya. Jadi, banyak dai mereka mengunyah makanan hanya menggunakan satu sisi mulut saja. Ternyata mengunyah hanya menggunakan salah satu sisi saja itu bisa berpengaruh terhadap pertumbuhan gigi. Efek lainnya juga bisa membuat sisi lain gigi yang tidak pernah dipakai untuk mengunyah akan lebih mudah timbul kalkulus, karies dan peradangan pada jaringan penyangganya. Dengan mengunyah dapat terjadi pembersihan secara alami.

  • Lingkungan (Konsumsi makanan)

Faktor terakhir yang dapat mempengaruhi susunan gigi yang tidak rapi adalah faktor lingkungan. Apa hubungannya faktor lingkungan dengan pertumbuhan gigi? Jadi, jika anak-anak tinggal di lingkungan yang sebagian besar orang-orangnya suka mengkonsumsi makanan manis, keras, kenyal, atau berada di lingkungan yang tidak terlalu peduli dengan kesehatan gigi seperti jarang gosok gigi akan membuat anak ini menirunya. Sehingga anak akan mengkonsumsi makanan-makanan tersebut dan malas gosok gigi.

Lalu apa akibatnya jika susunan gigi tidak rapi?

Salah satu akibat yang banyak orang rasakan adalah menurunkan tingkat kepercayaan diri karena membuat susunan wajahnya menjadi tidak simetris. Tetapi, tidak sedikit juga orang yang tidak terlalu memperdulikan penampilan giginya, namun lebih memperdulikan akibat lain dari susunan gigi yang tidak rapi ini. Susunan gigi yang tidak rapi bisa berakibat buruk bagi kesehatan serta kebersihan mulut dan gigi. Berbagai hal lain yang dirasakan oleh penderita gigi tidak rapi, yaitu :

  • Kesulitan berbicara
  • Kesulitan mengunyah makanan
  • Kerusakan gigi karena gigi bertumpuk-tumpuk sehingga akan sulit dibersihkan
  • Merasakan sakit, ngilu, kadang hingga sakit kepala
  • Bisa juga menyebabkan timbulnya masalah pencernaan

Jenis-jenis Maloklusi gigi serta gejala yang timbul

Setelah mengetahui penyebab dan akibat maloklusi gigi, alangkah baiknya kita mengetahui juga jenis-jenisnya. Ada beberapa penggolongan maloklusi gigi.

  • Maloklusi kelas 1

Kelas 1 merupakan jenis kasus maloklusi yang paling umum dijumpai. Dengan kondisi gigi yang bertumpukan hanya sedikit dan gigitanya normal.

  • Maloklusi kelas 2

Kelas 2 ini adalah kondisi gigi dimana rahang gigi depan atas lebih maju daripada rahang gigi depan bawah. Umumnya, orang menyebut kondisi gigi ini sebagai gigi tonggos. Atau istilah lainnya adalah overbite atau retrognathia.

  • Maloklusi kelas 3

Kebalikan dari Maloklusi kelas 2, dimana rahang gigi depan bawah lebih maju dibandingkan rahang gigi depan atas. Orang Indonesia sering menyebutnya cameh atau cakil. Atau istilah lainnya underbite atau prognathism.

Kenali gejala maloklusi dan segera lakukan tindakan penanganan yang tepat. Berikut gejala umum yang timbul :

  • Gigi tidak sejajar
  • Bentuk wajah yang terlihat kurang presisi
  • Pipi bagian dalam sering tergigit sehingga kurang nyaman saat mengunyah makanan
  • Gangguan berbicara
  • Lebih cenderung menggunakan mulut untuk bernapas daripada hidung

Jangan abaikan gangguan dan gejala tersebut karena dapat mempengaruhi kesehatan serta kebersihan mulut dan gigi. Segera lakukan tindakan atau penanganan yang tepat untuk mengatasi maloklusi gigi.

Apa yang harus dilakukan agar susunan gigi bisa kembali rapi?

Periksakan gigi anda ke dokter gigi sesegera mungkin untuk mengetahui seberapa parah maloklusi gigi Anda. Untuk mengetahui kategori maloklusi kelas berapa kasus gigi Anda, agar dokter bisa melakukan tindakan yang tepat.

Tindakan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi maloklusi gigi? Maloklusi gigi dapat diatas dengan melakukan perawatan Ortodonti atau perawatan dengan kawat gigi. Untuk itu kita perlu mengetahui apa itu Ortodonti.

Perawatan Ortodonti merupakan jenis perawatan yang bertujuan memperbaiki rahang atau gigi tidak rata atau gigi bertumpuk. Perawatan ortodonti sering disebut  juga perawatan kawat gigi. Perawatan ortodonti idealnya dilakukan saat usia anak-anak karena masih dalam proses pertumbuhan. Jadi, kondisi mulut dan rahang juga masih dalam tahap pertumbuhan, sehingga perawatan ortodonti bisa berlangsung dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Jenjang usia yang ideal adalah anak-anak pada usia 12-14 tahun. Perawatan ortodonti juga sering digunakan oleh orang dewasa juga, hanya saja proses perawatannya menjadi lebih lama & ada batasan perubahan bentuk rahangnya. Ada beberapa macam jenis kawat gigi. Berikut macam-macam kawat gigi besereta pengertian dan kegunaannya.

  • Kawat gigi konvensional atau metal braches. Kawat gigi jenis ini adalah yang paling umum digunakan hingga saat ini. Kawat gigi ini terbuat dari logam yang ditempelkan pada bagian depan gigi dengan menggunakan perekat khusus. Logam atau bracket ini akan dihubungkan satu dengan lainnya menggunakan karet elastis dan kawat untuk memberikan tekanan pada gigi, agar dapat bergeser sesuai dengan posisi yang diinginkan secara perlahan.
    Ada pula bracket gigi berbahan keramik. Kawat gigi ini secara tampilan lebih bagus daripada yang berbahan logam karena memiliki warna yang hampir sama dengan warna gigi. Untuk kualitasnya sama baiknya hanya saja untuk yang berbahan keramik tidak direkomendasikan bagi penderita deep bite atau kondisi gigi atas yang menutupi gigi bawah secara menyeluruh saat menggigit.
  • Kawat gigi self ligating. Kawat gigi jenis ini tidak menggunakan karet elastis, melainkan menggunakan klip kecil pada masing-masing bracket. Dan juga pasien tidak perlu melakukan kontrol ke dokter gigi secara intens.
  • Kawat gigi lingual. Kawat gigi jenis ini hampir sama dengan kawat gigi konvensional hanya saja yang membedakan adalah kawat gigi jenis ini meletakkan bracket dibagian belakang gigi, sehingga tidak akan nampak dari luar. Biasanya pasien yang menggunakan kawat gigi jenis ini akan mengalami perubahan cara bicara mereka pada awal-awal bulan pemasangan serta kawat gigi ini memiliki risiko mengganggu kebersihan serta memberi rasa sakit pada lidah.
  • Clear Aligner. Berbeda dengan kawat gigi pada umumnya yang tidak bisa di lepas pasang kapanpun, Clear Aligner bisa di lepas pasang kapanpun. Jenis ini biasanya dipakai setelah pasien selesai melakukan perawatan kawat gigi, agar bentuk atau struktur gigi tetap terjaga.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas jenis kawat gigi konvensional, yang sering dipakai. Kenapa untuk merapikan gigi disarankan dengan perawatan kawat gigi? Karena untuk menyelaraskan gigi dan rahang agar lebih presisi serta membuat gigi tumbuh pada tempat seharusnya. Gigi yang tumbuh tidak pada tempatnya bisa berakibat penumpukan gigi sehingga akan membuat kotoran menumpuk dan sulit untuk dibersihkan.

Langkah-langkah melakukan perawatan ortodonti / kawat gigi

Ada beberapa tahapan dalam melakukan perawatan kawat gigi. Jadi, tidak dalam satu kunjungan saja gigi sudah bisa langsung dipasang kawat gigi. Lalu apa saja langkah-langkah dalam melakukan perawatan kawat gigi? Jadi, pada kunjungan pertama pasien akan konsultasi dengan dokter gigi dengan membawa hasil rontgen. Jika belum membawa hasil rontgen maka dokter akan memberi Surta Rujukan untuk rontgen terlebih dulu, setelah itu hasil rontgen dibawa untuk dikonsultasikan kembali dengan dokter gigi. Dokter gigi akan memeriksa serta menganalisa kasus gigi pasien agar diketahui perawatan gigi seperti apa yang baiknya dilakukan dan apakah harus ada tindakan lain terlebih dulu sebelum melakukan pemasangan kawat gigi. Tindakan lain yang dimaksud seperti tambal gigi, cabut gigi dan scaling. Lalu akan dilakukan cetak bentuk gigi juga.

Pada kunjungan selanjutnya, setelah tindakan lain seperti yang telah disebutkan tadi sudah dilakukan maka proses pemasangan kawat gigi sudah bisa dilakukan. Setelah kawat gigi sudah terpasang, dokter gigi akan menjelaskan mengenai perawatan mandiri yang bisa dilakukan pasien untuk menjaga kawat gigi agar tidak patah atau rusak serta menjelaskan bagaimana cara merawat gigi yang telah terpasang kawat gigi.

Pasien disarankan melakukan kontrol gigi minimal 3-4 minggu sekali untuk pemeriksaan kondisi gigi serta kawat gigi. Dengan melakukan perawatan kawat gigi serta menjalankan instruksi yang diberikan oleh dokter gigi, maka hasilnya akan lebih maksimal dan gigi akan lebih cepat rapi dan cantik.

Klinik gigi Dentes melayani perawatan kawat gigi yang juga telah dipercaya dan sudah puluhan tahun melayani pasien ortodonti. Dengan harga relatif terjangkau tanpa menurunkan kualitas, Klinik gigi Dentes menjadi salah satu solusi masyarakat untuk melakukan perawatan Ortodontic atau kawat gigi. Klinik gigi Dentes menyediakan 3 macam jenis bracket dengan jangkauan harga yan berbeda. Ada Economic Bracket, Premium Bracket, dan Japan Edition.

Berikut beberapa pasien yang sudah melakukan perawatan kawat gigi di Klinik Gigi Dentes.

Klinik gigi Dentes juga selalu memberi kejutan dalam bentuk promo pada tanggal dan event-event tertentu. Untuk mengetahui info lengkap mengenai jenis bracket dan reservasi, silahkan menghubungi Admin melalui :

Whatsapp
0859-7527-4004

Instagram
@klinikgigidentes@klininkgigidentesdepok@klinikgigidentesbali@klinikgigidentespurwokerto

Youtube
Klinik Gigi DentesDentes Kids

.

SUMBER :
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20151221143302-255-99603/tiga-masalah-penyebab-gigi-berantakan
https://hellosehat.com/gigi-mulut/gigi/maloklusi/
https://www.alodokter.com/kenali-jenis-jenis-kawat-gigi

error: Content is protected !!