Dampak Kesehatan Gigi terhadap Permasalahan Stunting
Stunting bisa dipicu gigi rusak? Temukan faktanya di sini!

“Makanan bergizi adalah jawaban untuk mengurangi stunting di Indonesia”
Kalimat ini mungkin sudah sering kita dengar, ya Sahabat Dentes. Pemerintah Indonesia memang sedang gencar mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang sejak dini untuk mencegah stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang.

Salah satu program yang sedang gencar dijalankan adalah makan bergizi gratis yang dilaksanakan di sekolah-sekolah sebagai tindakan aktif pemerintah dalam menekan angka stunting di Indonesia.

Tapi… apakah cukup hanya dengan memperhatikan pola makan?
Tahukah kamu kalau ada penyebab lain, salah satu aspek penting yang sering kali luput dari perhatian orang tua yang padahal memiliki dampak besar terhadap tumbuh kembang anak yaitu kesehatan gigi.

Gigi Rusak Bisa Menyebabkan Stunting? Ini Faktanya

Masih banyak orang tua yang menganggap karies atau gigi berlubang sebagai masalah sepele. “Nanti juga tanggal sendiri,” pikir sebagian orang saat melihat gigi susu anaknya bolong. 

Padahal, gigi berlubang yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menembus hingga ke bagian pulpa (sumsum gigi), menyebabkan infeksi, dan memicu gangguan sistemik pada tubuh.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Rahmadi, A. dkk (2023) menemukan bahwa anak yang mengalami karies hingga mencapai pulpa berisiko 4,7 kali lebih tinggi mengalami stunting dibandingkan anak dengan gigi yang sehat. Temuan ini dipublikasikan dalam Journal of Oral Health Care Vol. 11 No. 02 dan menjadi bukti kuat bahwa kesehatan gigi dan stunting tidak bisa dipisahkan.

Jadi, jangan remehkan lubang kecil pada gigi anak. Karena bisa jadi itu awal dari masalah besar pada pertumbuhannya.

Bagaimana Gigi Berlubang Bisa Ganggu Asupan Gizi Anak?

Karies pada anak sering menyebabkan nyeri saat mengunyah makanan. Bayangkan kalau setiap kali makan, anak merasa sakit. Tentu ia akan jadi malas makan atau pilih-pilih makanan yang teksturnya lembut saja. Makanan yang kaya nutrisi seperti sayur, buah, atau lauk berprotein tinggi bisa ditolak karena terasa tidak nyaman saat dikunyah.

Akibatnya, asupan nutrisi anak terganggu. Anak akan kekurangan zat-zat penting seperti zat besi, zinc, kalsium, dan vitamin D—semua nutrisi yang berperan penting dalam proses tumbuh kembang.

Jika kondisi ini terus berlanjut, anak bisa mengalami penurunan berat badan, gangguan pertumbuhan, dan akhirnya masuk ke dalam kategori berisiko stunting.

Selain itu, karies berat yang sudah mencapai pulpa bisa menyebabkan infeksi kronis. Tubuh anak pun harus bekerja ekstra keras untuk melawan infeksi ini, dan hal tersebut menyerap energi serta sumber daya yang seharusnya digunakan untuk proses pertumbuhan.

Stunting Bisa Memengaruhi Kesehatan Gigi Anak

Hubungan antara stunting dan gigi tidak hanya satu arah. Anak yang mengalami stunting pun memiliki risiko lebih besar mengalami masalah gigi.

Wah, kok bisa demikian ya, Sahabat Dentes? 

Ini dikarenakan anak yang mengalami kekurangan gizi kronis cenderung memiliki kekurangan vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan dalam proses pembentukan gigi. Akibatnya, gigi yang tumbuh bisa memiliki lapisan email yang lebih rapuh dan mudah berlubang.

Selain itu, stunting juga bisa memengaruhi pertumbuhan tulang rahang, menyebabkan keterlambatan tumbuhnya gigi, hingga membuat gigi tumbuh dengan posisi yang tidak ideal. 

Ini semua membuat anak makin rentan mengalami masalah gigi seperti karies, maloklusi (susunan gigi tidak rapi), hingga gangguan bicara.

Jadi, antara karies dan stunting ada semacam lingkaran setan. Karies bisa memicu stunting. Stunting bisa memperparah kerusakan gigi. Dan keduanya saling memperburuk kondisi anak secara keseluruhan.

Anak Sekolah Dasar: Usia Kritis untuk Deteksi Masalah Gigi

Usia sekolah dasar (6–12 tahun) adalah fase penting dalam tumbuh kembang anak. Di masa ini, anak mulai kehilangan gigi susu dan digantikan oleh gigi tetap. Sayangnya, ini juga fase di mana anak mulai makan tanpa pengawasan, lebih suka jajanan manis, dan kadang belum terbiasa menyikat gigi dengan benar.

Karena itu, inilah usia kritis di mana orang tua perlu memantau kesehatan gigi anak secara aktif. Jangan tunggu sampai anak mengeluh sakit atau giginya sudah terlihat rusak parah.

Perlu diingat ya, buat Ayah dan Bunda. Gigi anak yang tampak baik-baik saja dari luar belum tentu bebas dari masalah. Pemeriksaan rutin sangat penting untuk mendeteksi dini potensi karies yang belum terlihat secara kasat mata.

Kapan Anak Harus Diperiksa ke Dokter Gigi?

Idealnya, anak mulai dibawa ke dokter gigi sejak gigi pertamanya tumbuh, atau paling lambat usia 1 tahun, sesuai dengan anjuran banyak ahli kesehatan gigi.

Setelah itu, lakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali. Pemeriksaan ini tidak hanya untuk membersihkan gigi atau menambal lubang, tapi juga untuk memberikan edukasi pada anak dan orang tua tentang cara merawat gigi dengan benar.

Orang tua juga perlu peka terhadap tanda-tanda awal karies seperti:

  • Anak mengeluh nyeri saat makan makanan panas atau dingin

  • Ada bercak putih, cokelat, atau hitam pada gigi

  • Gigi anak tampak terkikis

  • Anak lebih sering memilih makanan lembek dan menghindari makanan keras

  • Nafas anak berbau tak sedap meskipun rajin sikat gigi

Kalau salah satu tanda di atas muncul, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter gigi, sebelum karies berkembang menjadi infeksi yang berbahaya.

Ajak Anak Periksa Gigi di Klinik Gigi Dentes

Kesehatan gigi bukan sekadar soal senyum ceria atau nafas segar. Gigi yang sehat membantu anak makan dengan nyaman, berbicara dengan percaya diri, dan tumbuh sesuai usianya.

Klinik Gigi Dentes memahami betul pentingnya peran gigi dalam tumbuh kembang anak. Pemeriksaan gigi di Dentes dilakukan dengan pendekatan yang ramah anak, tanpa membuat si kecil takut atau trauma.

Kami percaya bahwa kunjungan ke dokter gigi harus menjadi pengalaman yang menyenangkan—agar anak terbiasa dan tidak takut untuk periksa gigi secara rutin.

Klinik Gigi Dentes siap jadi pilihan Ayah &  Bunda yang butuh perawatan berkualitas dengan cara yang aman dan menyenangkan bagi buah hati. 

Sahabat Dentes bisa langsung melakukan reservasi, memilih lokasi klinik, dan dokter gigi yang ingin kamu kunjungi untuk konsultasi terkait masalah gigi dan mulutmu.

Yuk konsultasikan masalah gigimu dengan dokter gigi Dentes! Hubungi admin kami via WhatsApp di nomor 📞0859-7527-4004 atau tap tombol di bawah untuk memulai langkah menuju senyum cerahmu 😁

Informasi dan Reservasi

Tanya informasi seputar reservasi, jadwal dokter, dan lokasi cabang Klinik Gigi Dentes.